• BAB 1 -PENGERTIAN ETIKA-


    ETIKA : MERUPAKAN NILAI-NILAI PERILAKU YANG DITUNJUKKAN OLEH SESEORANG ATAU ORGANISASI TERTENTU DALAM INTERAKSINYA DENGAN LINGKUNGAN.

    MORAL : DIARTIKAN SEBAGAI SEMANGAT ATAU DORONGAN BATHIN DALAM DIRI SESEORANG UNTUK MELAKUKAN ATAU TIDAK MELAKUKAN SESUATU.

    ETIKA :
    Nilai-nilai moral yang mengikat seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur sikap, tindakan ataupun ucapannya.

    NILAI :
    Mencakup perangkat hal-hal yang dapat diterima dan hal-hal yang tidak dapat diterima dalam masyarakat.
    Pengertian-pengertian yang yang dihayati seseorang mengenai apa yang lebih penting atau kurang penting, apa yang lebih baik atau kurang baik, dan apa yang lebih benar dan kurang benar.

    NORMA :
    Secara harafiah, dapat diartikan “ ukuran atau patokan bagi seseorang untuk berperilaku dalam masyarakat “.

    ETIKA >< MORALITAS


    ETIKA
    Nilai-nilai normatif atau pola prilaku seseorang atau badan/lembaga organisasi sebagai suatu kelaziman yang dapat diterima umum dalam interaksi dengan lingkungannya.(Solomon 1987)

    MORALITAS
    Nilai-nilai normatif yang menjadi keyakinan dalam diri seseorang atau suatu badan/lembaga/organisasi yang menjadi faktor pendorong untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.

    Moralitas seseorang dapat menjadi faktor pendorong terbentuknya perilaku yang sesuai dengan etika, tetapi nilai-nilai moralitas seseorang mungkin saja
    bertentangan dengan nilai etika yang berlaku dalam lingkungannya.

    PRINSIP-PRINSIP ETIKA
    1. Keindahan (Beauty)
    2. Persamaan (Equity)
    3. Kebaikan (Goodness)
    4. Keadilan (Justice)
    5. Kebebasan (Liberty)
    6. Kebenaran (Truth)

    ETIKA: UMUM
    - Memiliki sikap jujur, optimis, kreatif, rasional, mampu berfikir kritis, rendah hati, demokratis, sopan, mengutamakan kejujuran akademik, menghargai waktu, dan terbuka terhadap perkembangan ipteks
    - Mampu merancang, melaksanakan, dan menyelesaikan studi dengan baik.
    - Mampu menciptakan kehidupan kampus yang aman, nyaman, bersih, tertib, dan kondusif
    - Mampu bertanggungjawab secara moral, spiritual, dan sosial untuk mengamalkan ipteks


    ETIKA: KHUSUS
    - Berpakaian rapi, bersih, sopan, serasi sesuai dengan konteks keperluan
    - Bergaul, bertegur sapa, dan bertutur kata dengan sopan, wajar, simpatik, edukatif, bermakna sesuai dengan norma moral yang berlaku
    - Mengembangkan iklim penciptaan karya ipteks yang mencerminkan kejernihan hati nurani, bernuansa pengabdian pada Tuhan YME, dan mendorong pada kualitas hidup kemanusiaan.


    ETIKA PROFESI
    - memiliki kepribadian yang tangguh yang bercirikan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kreatif, mandiri.
    - memiliki wawasan kependidikan, psikologi, budaya peserta didik dan lingkungan.
    - mampu melaksanakan praktik bimbingan dan konseling secara professional.
    - mampu memecahkan berbagai persoalan yang menyangkut bimbingan konseling.
    - mampu mengembangkan dan mempraktekkan kerja sama dalam bidangnya dengan pihak terkait.
    - memiliki wawasan psiko-sosial kependidikan dan kemampuan memberdayakan warga belajar dalam konteks lingkungannya.
    - memiliki pengetahuan tentang hakikat, tujuan, prinsip evaluasi pendidikan.


    CIRI-CIRI PROFESI
    1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

    2.  Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya  setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

    3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi  harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.

    4. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

    5.  Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.


    PRINSIP ETIKA PROFESI
    1. Tanggung Jawab
    2. Keadilan
    3. Otonom


    JENIS BIDANG PROFESI
    Terdapat dua jenis bidang profesi yaitu :

    1. Profesi Khusus
    Profesi khusus ialah para professional yang melaksanakan profesi secara khusus untuk mendapatkan nafkah atau penghasilan tertentu sebagai tujuan pokoknya, contohnya dokter, pendidik/guru, konsultan, dll.

    2. Profesi Luhur
    Profesi luhur adalah para professional yang melaksanakan profesinya tidak lagi untuk mendapatkan nafkah sebagai tujuan utamanya, tetapi sudah merupakan dedikasi atau sebagai jiwa pengabdiannya semata-mata, contohnya profesi pada bidang keagamaan dan seni.


    CIRI KHAS PROFESI
    Dalam International Encyclopedia of education, terdapat 10 ciri khas suatu profesi dikemukakan yaitu :

    1. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas

    2. Suatu teknik intelektual

    3. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis

    4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi

    5. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan

    6. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri

    7. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya

    8. Pengakuan sebagai profesi

    9. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi

    10. Hubungan yang erat dengan profesi lain

0 komentar:

Posting Komentar